WELCOME AND GREETINGS HAPPY TOGETHER WRITER

Senin, 25 Februari 2013

Anti Lock Brake system (ABS)



Anti Lock Brake System  atau unit kontrol ABS membantu untuk mempertahankan kontrol dan stabilitas arah sebuah mobil dalam kasus situasi pengereman ekstrim. Hal ini dicapai dengan mengendalikan kecepatan rotasi roda dengan mengatur tekanan rem secara otomotis pada saat pengereman ekstrim. Sistem ini bekerja pada sebagian besar jenis permukaan jalan dan mengurangi resiko kecelakaan dan tingkat keparahan dampak. Penelitian telah menunjukkan bahwa sistem rem anti penguncian dapat menurunkan kemungkinan kecelakaan kendaraan sebesar 18%. ABS sistem rem diperkenalkan pada akhir tahun tujuh puluhan dan telah menikmati kemajuan teknologi besar sejak saat itu. 
ABS tidak hanya  memberikan fungsi non-selip  tetapi juga mendukung kontrol stabilitas elektronik,  kontrol traksi, dll Baru-baru ini, sensor tambahan telah ditambahkan ke sistem, sensor gyroscopic dan sensor sudut kemudi. Kedua menyinkronkan untuk mencocokkan arah mobil dengan arah kemudi. Sensor sudut roda juga membantu sistem ABS mengontrol roda luar untuk memiliki efek pengereman yang lebih positif .


ABS terdiri dari unit elektronik pusat, empat katup solenoid dan dua atau lebih pompa hidrolik listrik. Fungsi dari pompa hidrolik listrik untuk memasok tekanan minyak rem ke sistem pengereman. Empat katup solenoida mengontrol tekanan fluida setiap roda. Ketika terjadi penegereman mendadak, satu atau lebih dari katup solenoid melakukan pembuangan tekanan rem sehingga memungkinkan roda untuk sedikit berputar sehingga roda tidak terkunci. 

Ada beberapa jenis sistem ABS, beberapa model yang paling populer adalah didasarkan dari Bosch Actuator ABS (BAA), Nippon Denso ABS-Actuator (AAN) sistem. Desain dasar dan perakitan adalah sama, sistem Nippon Denso-memiliki solenoida relay paket terpisah dan ABS komputer, dimana dalam sistem Bosch kedua komponen digabungkan. Juga, ada koneksi langsung antara sensor kecepatan roda dan ECU (engine control unit), sistem ini dihubungkan oleh bus DAPAT (Controller Area Network), sistem ini berkomunikasi dengan mengirimkan beberapa sinyal untuk beberapa perangkat pada waktu tertentu.
Setiap roda memiliki sensor kecepatan roda  khusus yang mengirimkan sinyal elektronik ke controller ABS, dari sinyal ini kecepatan rotasi roda dapat ditentukan. Lokasi dari sensor kecepatan roda dapat bervariasi, pada umumnya  sensor roda  depan diletakkan di steering knukle , dekat hub roda depan  terhubung dengan CV joint. Di bagian roda  belakang  cincin sensor dibaut ke poros flens luar pada setiap sisi. Beberapa bahkan menggunakan sensor speedometer kendaraan VSS (sensor kecepatan kendaraan) untuk membaca kecepatan roda belakang.


Sistem rem saat ini adalah handal dan mudah perawatannya, kebanyakan sistem yang dirancang untuk service yang mudah. Jika pedal rem menjadi sulit ditekan, ada kemungkinan jalur suplai vakum rusak atau booster rem kurang kuat. Hal ini juga sangat penting untuk menggunakan jenis yang tepat dari cairan rem, jika tidak sistem rem dapat rusak. Hanya cairan rem kualitas tertinggi harus digunakan dalam sistem rem ini.Ketika menambahkan minyak rem ke master silinder pastikan minyak rem tidak tumpah pada cat mobil, minyak rem sangat korosif dan akan menghancurkan cat.
Sumber :
http://rengkodriders.wordpress.com/2012/05/16/anti-lock-brake-system-abs/ 

TUNE UP RINGAN ENGINE TOYOTA SERI 5K



1. SISTEM PENDINGIN
a. Tinggi air pendingin Sampai garis atas (full)
b. Kualitas air pendingin Jernih tanpa kotoran
c. Pemeriksaan kebocoran Tidak ada kebocoran
d. Kapasitas air pendingin 6.5 liter
e. Tekanan pembuka katup tutup radiator
- Standar 0.75 – 1.05 kg/cm2
- Limit 0.6 kg/cm2

2. TALI KIPAS
a. Pompa air – Alternator
- Tali kipas baru 5 – 7 mm
- Tali kipas terpakai 7 – 11 mm
b. Poros engkol – Kompressor A/C
- Tali kipas baru 9 – 12 mm
- Tali kipas lama (bekas) 12 – 16 mm
Defleksi tali kipas pada 10 kg (22 lb)

3. SISTEM PELUMASAN
a. Pemeriksaan tinggi pelumas (oli) Sampai garis atas (full)
b. Pemeriksaan kualitas pelumas Baik
c. Pengisian kembali API service SE , SAE 20 – 40 W
- Pengisian kering dengan saringan oli 3.7 liter
- Kuras dan isi kembali dengan saringan oli 3.5 liter
- Kuras dan isi kembali tanpa ganti saringan oli 3.0 liter

4. BATERAI
a. Berat jenis elektrolit1.25 – 1.27 pada 20 C
b. Pemeriksaan tinggi elektrolit baterai Sampai garis atas (full)

5. SISTEM PENGAPIAN
a. Koil :
- Resistor : Tahanan eksternal resistor1.1 – 1.3 Ω Tahanan internal resistor 0.9 – 1.2 Ω
- Koil pengapian :
· Tahanan primary coil :
Ø Tanpa internal resistor 1.3 – 1.6 Ω
Ø Dengan internal resistor 1.5 – 1.9 Ω
· Tahanan secondary coil :
Ø Tanpa internal resistor 10.7 – 14.5 kΩ
Ø Dengan internal resistor 13.7 – 18.5 kΩ
· Tahanan penyekatan antara terminal (+) dan pemegang koil. Tak terhingga
b. Kabel tegangan tinggi Kurang dari 25 kΩ/ kabel
c. Distributor :
- Tutup distributor Baik
- Celah rubbing block 0.4 – 0.5 mm
- Celah udara 0.2 – 0.4 mm
- Sudut dwell 52 derajat ± 6 derajat
- Saat pengapian 5 derajat sebelum TMA/idling @ maks. 900 rpm
d. Busi Dibersihkan dengan celah busi 0.7 – 1.0 mm i
e. Tekanan kompresi
- Standar 12.6 kg/cm2
- Limit 9.5 kg/cm2
- Perbedaan tekanan antara silinder Kurang dari 1.0 kg/cm2

6. SISTEM BAHAN BAKAR
a. Saringan udara Dibersihkan
b. Saringan bahan bakar Dibersihkan
c. Karburator Katup trotel terbuka penuh Katup cuk harus tertutup penuh apabila tombol cuk ditarik sampai habis
d. Celah katup
- Buang 0.20 mm
- Hisap 0.30 mm

7. PUTARAN IDLE 750 RPM

8. KONSENTRASI CO IDLE 1.0 – 2.0 % system HIC mati

Minggu, 03 Februari 2013

TIPS BERKENDARA SEPEDA MOTOR



Jalan raya memiliki kualitas yang bervariasi. Ada yang halus dan mulus, ada yang bergelombang, bahkan berlubang-lubang. Jika kondisi cerah hal yang dihadapi tidak terlalu berat bagi pengendara sepeda motor. Namun sebaliknya jika sudah memasuki musim hujan. Perlu adanya perhatian terhadap sepeda motor , hal ini untuk lebih melindungi pengendara dari kecelakaan.Berikut ini tips untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam saat musim hujan.

A.   TIPS PEMERIKSAAN KONDISI SEPEDA MOTOR.
1.    Pemeriksaan Kembang Ban 
 Ban adalah bagian yang vital pada sepeda motor , apalagi digunakan pada  saat hari hujan. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus dirawat dengan baik.
Ban yang aus akan berkurang kemampuannya baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm. Jangan menunggu ban benar-benar gundul. Karena Saat melewati genangan air “Alur Ban” tersebut akan menyalurkan air kearah samping ban. Jika tidak ada alurnya “Air tidak dapat di distribusikan kearah samping akibatnya ban terangkat diatas permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng. Perhatikanlah hal hal berikut ini :
a.    Gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.
Tips : Jika melakukan penggantian Ban, Sebaiknya menggunakan merk dan Tipe yang sama antara Ban Depan dan belakang. Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja Ban berlainan. Cara aman gunakanlah tipe Ban yang direkomendasi oleh Pabrikan sepeda motor yang anda pakai karena pasti pihak pabrikan sudah melakukan test dengan berbagai kondisi cuaca. 

b.    Tekanan ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan.  Walaupun hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.
Pemeriksaan tekanan Angin pada Ban , sebaiknya sesuai standard (Bacalah spesifikasi Pabrik pada buku panduan Pemilik). Jika terlalu rendah tekanannya Sepeda motor terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena Ban Bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas berlebih. Jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah dan tinggi karena permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.
a.    Pasanglah “Tutup pentil” , karena akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan.
b.    Jika anda memakai ban tubeless (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. O ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga mengakibatkan kebocoran.
c.    Disarankan saat mengganti ban luar, ban dalam juga diganti bersamaan. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika  sudah terlalu banyak tambalannya.

2.    Pemeriksaan Sistim pemasukan Bahan Bakar & Karburator
Saat hujan menyebabkan kadar udara (02) sebagai pencampur bahan bakar yang disedot oleh karburator banyak mengandung air sehingga jika kondisi Sistim Bahan bakar seperti Tanki Bahan Bakar, Kran Bahan Bakar dan pipa bahan bakar terdapat karat atau kandungan air akan mengakibatkan kinerja mesin tersendat. Hal itu akan lebih menyusahkan dalam kondisi hujan. Datang ke Bengkel Resmi untuk perawatan berkala.

3.    Pemeriksaan Oli Mesin.
Saat hujan kondisi udara yang banyak mengandung air dan terdapat genangan air di beberapa jalan yang tinginya  lebih dari 30 cm (ukuran lutut orang dewasa) tentunya akan memudahkan air masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli. Hal itu mudah dideteksi pengendara yaitu dengan melihat oli apakah berubah warna menjadi “PUTIH SUSU”. Jika ya artinya air sudah tercampur. Segera lakukan penggantian oli jika telah melewati jalan banjir yang cukup tinggi. Hal ini guna menghindari kerusakan yang lebih parah pada mesin.

4.    Pemeriksaan Filter Udara.
Air dapat masuk juga lewat filter udara. Terutama jika melewati genangan air yang cukup tinggi atau banjir . Jika air tidak terlalu tinggipun berpotensi masuk ke mesin terutama jika kendaraan roda empat melaju disamping sepeda motor atau dari arah berlawanan. Akan membuat gelombang air dan menghantam bagian depan motor akibatnya air masuk melalui filter udara. Jika jumlah air terlalu banyak yang masuk , akan berakibat yang lebih parah yaitu “Water Hammer”. Water hammer adalah pukulan yang keras pada ruang bakar yang menyebakan kerusakan parah pada mesin seperti : Bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dll.

5.    Pemeriksaan Sistim Pengereman.
Periksalah fungsi kerja Rem depan dan belakang, lakukan simulasi pengereman sebelum mengendarai beberapa kali untuk memastikan fungsinya bekerja dengan baik, selain fungsi deteksilah apakah ada suara berdecit jika ya, artinya permukaan Lining Kanvas Rem sudah licin dan perlu perawatan. Jika fungsinya terasa kurang baik periksalah ketebalan Rem dengan melihat langsung tebal Pad (Rem Disk) dan lihat indikator ketebalan pada Rem tipe Drum. Jika terlalu kecil segera lakukan penggantian di Bengkel Resmi.

6.    Pemeriksaan Sistim Kemudi
Yang terakhir, periksalah sistem kemudi, karena diperlukan kestabilan yang baik saat berkendara saat hari hujan. Disamping itu sulit memprediksi kondisi jalan seperti lubang , bebatuan atau saat menghindari pengendara lain yang tiba tiba berhenti. Mintalah mekanik Bengkel Resmi untuk memeriksanya. Atau anda bisa lakukan tips berikut untuk pemeriksaan awal :
a.    Posisikan sepeda motor pada Standard Utama (Main Stand)
b.    Peganglah kedua Front Fork (Fork Depan) sambil berjongkok
Tapi sebelum itu pastikan Posisi Jari tangan anda tidak terlalu dekat dengan Disk Brake Depan karena akan terluka. Kondisi Sepeda motor tidak goyang goyang.  dan pastikan disekitarnya tidak terdapat orang lain.
c.    Dorong dan tarik kearah depan dan belakang
d.    Rasakanlah apakah terdapat kelonggaran atau tidak.
 Jika terdapat kelonggaran (Oblak), segeralah minta mekanik untuk mengencangkannya dan periksa kembali berat dan ringan gerakan kemudinya
  
B.   TIPS PERSIAPAN SEBELUM BERKENDARA.
1.    Helmet.
Saat hujan lebat dapat menyulitkan pandangan pengendara, apalagi jika hujan sangat lebat. Diperlukan Helmet yang dilengkapi dengan kaca pelindung sehingga pandangan tetap aman saat berkendara. Periksalah kaca helmet tidak boleh buram atau baret baret .
Tips : Biasanya saat berkendara saat hari hujan , napas kita akan membuat embun dibagian kaca bagian dalam. Dan saat hujan lebat sulit melihat dengan pandangan yang jelas. Oleskan Cairan “Shampo” Pada permukaan kaca untuk menghilangkan sisa oli atau kotoran. Hal ini akan memudahkan saat mengusapnya kotoran saat berkendara.

2.    Jas Hujan.
Pilihlah jas hujan yang tidak terlalu besar , pilihlah yang ukurannya pas di tubuh kita atau jenis “Celana Panjang” karena akan mempwermudah gerakan tubuh saat berkendara. Hindari penggunaan jas tipe “JUBAH” karena sangat berbahaya, sebab ukuran yang terlalu besar membuat selalu berkibas terkena terpaan angin bahkan tidak jarang tersangkut pada bagain rantai, hal ini tentunya dapat menyebabkan kecelakaan.

3.    Barang Bawaan.
Sebaiknya hindari Barang bawaan atau jika harus dibawa, ukurannya tidak lebih dari selain mudah basah, hal itu juga dapat mengganggu pengendara. Gunakanlah tas Punggung atau mengikatnya dibagian jok belakang.
  
C.   TIPS MELEWATI KONDISI JALAN.
  1. Jalan dengan genangan air
Saat melewati genangan air, usahakan untuk mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas disekitarnya memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam apa genangan air tersebut.

  1. Jalan dengan banyak pasir, berlumpur atau banyak daun kering
Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.

  1. Polisi tidur
Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak lurus.

  1. Jalan bergelombang atau berbatu-batu
Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.

  1. Melewati lempeng baja
Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja contoh Perlintasan Kereta Api/Rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. . Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.

  1. Tumpahan oli
Oli yang tumpah dijalan sangat membahayakan karena dapat menghilangkan traksi ban, kemudi menjadi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, usahakan jangan sampai melewati dengan kondisi miring / berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan mengurangi kecepatan.

  1. Kondisi hujan
Jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Jaga jarak lebih panjang agar terhindar dari tabrak belakang. Saat berbelok juga harus dalam kecepatan yang lebih rendah daripada saat kita melewati dalam kondisi kering.
 
Mungkin beberapa keterangan diatas dapat mengingatkan kita saat kita berkendara agar dapat berkendara secara aman dan nyaman demi keselamatan kita bersama.